Sebagai manusia kita memang ada macam-macam jenis nafsu. Nafsu amarah, nafsu makan, nafsu shopping, nafsu mahukan kuasa, nafsu seks, nafsu nak kejar "glamour" dan macam-macam lagi. Namun, jauh dilubuk hati yang masih terpalit dengan iman ini pula mahukan keadaan yang lebih baik. Persoalannya, bagaimana caranya agar kita boleh mendidik nafsu?
Ini adalah suatu kisah yang saya sendiri kurang pasti akan sumber dan kesahihannya. Semasa Allah mencipta Nafsu maka Allah tanyakan kepadanya "Wahai Nafsu, siapa kau dan siapa Aku?". Maka Nafsu pun menjawab dengan angkuhnya pada Allah yang menciptakannya "Kau adalah Kau dan aku adalah aku".
Lalu Allah campakkan Nafsu ke dalam neraka Jahanam yang menyala-menyala selama sekian waktu. Lalu Allah berkeluarkan Nafsu dan bertanya lagi "Wahai Nafsu, siapa kau dan siapa Aku?". Namun, Nafsu yang Ego, Bongkak, lagi Angkuh menjawab "Kau adalah Kau, dan aku adalah aku".
Lalu sekali lagi Nafsu dihumban ke Neraka Jahanam agar dia bertaubat untuk sekain kalinya. Kemudian Allah keluarkan Nafsu dan bertanya lagi "Wahai Nafsu, siapa kau dan siapa Aku?". Namun Nafsu masih dengan jawapan yang sama "Kau adalah Kau, dan aku adalah aku". memang tak makan ajar sungguh si Nafsu untuk tunduk dan mengakui Allah sebagai Tuhan yang Esa.
Lalu Allah biarkan nafsu dengan lapar dan dahaga untuk sekian waktu. kemudian Nafsu ditanya lagi, "Wahai Nafsu, siapa kau dan siapa Aku?" Lalu Nafsu menjawab dengan rendah diri dan patuh "Sesungguhnya, Engkau adalah Allah tuhan yang Maha Esa, dan aku adalah hambaMu".
Demikianlah perihal bagaimana Nafsu dapat dididik agar tunduk dan patuh kepada Allah. Maka, marihal kita sama-sama mendidik nafsu kita dengan berpuasa. Wallahua'lam
Ini adalah suatu kisah yang saya sendiri kurang pasti akan sumber dan kesahihannya. Semasa Allah mencipta Nafsu maka Allah tanyakan kepadanya "Wahai Nafsu, siapa kau dan siapa Aku?". Maka Nafsu pun menjawab dengan angkuhnya pada Allah yang menciptakannya "Kau adalah Kau dan aku adalah aku".
Lalu Allah campakkan Nafsu ke dalam neraka Jahanam yang menyala-menyala selama sekian waktu. Lalu Allah berkeluarkan Nafsu dan bertanya lagi "Wahai Nafsu, siapa kau dan siapa Aku?". Namun, Nafsu yang Ego, Bongkak, lagi Angkuh menjawab "Kau adalah Kau, dan aku adalah aku".
Lalu sekali lagi Nafsu dihumban ke Neraka Jahanam agar dia bertaubat untuk sekain kalinya. Kemudian Allah keluarkan Nafsu dan bertanya lagi "Wahai Nafsu, siapa kau dan siapa Aku?". Namun Nafsu masih dengan jawapan yang sama "Kau adalah Kau, dan aku adalah aku". memang tak makan ajar sungguh si Nafsu untuk tunduk dan mengakui Allah sebagai Tuhan yang Esa.
Lalu Allah biarkan nafsu dengan lapar dan dahaga untuk sekian waktu. kemudian Nafsu ditanya lagi, "Wahai Nafsu, siapa kau dan siapa Aku?" Lalu Nafsu menjawab dengan rendah diri dan patuh "Sesungguhnya, Engkau adalah Allah tuhan yang Maha Esa, dan aku adalah hambaMu".
Demikianlah perihal bagaimana Nafsu dapat dididik agar tunduk dan patuh kepada Allah. Maka, marihal kita sama-sama mendidik nafsu kita dengan berpuasa. Wallahua'lam
No comments:
Post a Comment
tinggalkan luahan hati di sini